Abu Kemukakan Terkait Pelayanan Rumah Sakit Kotabaru
tumbakpost - Dilansir sentral14. id, DPRD Kotabaru, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit Sepakat Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang evaluasi kinerja dan mutu pelayanan di bidang kesehatan, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, mengemukakan beberapa hal terkait pelayanan Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Bahwa, sudah ada korban dari pelayanan SOP Rumah Sakit Jaya Sumitra, yaitu seorang pasien anak 7 tahun meninggal dunia.
Sebelum meninggal di UGD Rumah Sakit Pengeran Jaya Sumitra, pasien anak tersebut jam 13.00 Wita dibawa ke Puskesmas Tanjung Selayar didiagnosis ada gejala sesak napas.
Waktu itu, pihak Puskesmas Tanjung Selayar menyatakan tidak bisa menerima pasien ini untuk dirujuk ke rumah sakit karena SOP dari rumah sakit mengatakan setiap rujukan yang akan dimasukkan ke UGD itu wajib menunggu pihak rumah sakit menerima atau tidak.
Disampaikan Abu, ada sedikitnya 1.200 komentar negatif netizen di akun tiktoknya terkait pelayanan rumah sakit di antaranya pelayanan petugas kesehatan yang kurang ramah dan SOP-nya.
"Jadi yang selama ini dikeluhkan masyarakat ternyata itu betul-betul ada dibandingkan dengan rumah sakit lain," kata Abu Suwandi.
Abu berharap ke depannya tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pelayanan di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Erwin Simanjuntak, menanggapi terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra.
"Kami sangat menyayangkan hal ini. Kami sudah mengingatkan teman-teman di rumah sakit. Mudah-mudahan ke depannya akan lebih baik," katanya.
Dia mengatakan pihaknya ke depan akan berusaha berbenah untuk memperbaiki sistem pelayanan di puskesmas maupun di rumah sakit.
"Kami akan menambahkan langkah-langkah untuk meningkatkan pelayanan, seperti menambahkan aplikasi respons untuk memantau waktu pelayanan," katanya.
Dia mengatakan, SOP pelayanan akan tetap dijalankan. "Namun, kami akan membuatnya lebih fleksibel untuk meningkatkan pelayanan. Kami tidak ingin SOP menjadi hambatan dalam pelayanan, tetapi ingin meningkatkan nyawa yang kita utamakan, bukan SOP yang kita utamakan, " katanya.
Faizal
