DLH Kotabaru Gelar BAPILAH Sekaligus Tukar Sampah Plastik Jadi Sembako, Rangkaikan HUT ke-76
tumbakpost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru menggelar program tukar sampah plastik jadi sembako di kawasan Siring Laut, Minggu (31/5/2026), rangkaian Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program BAPILAH, singkatan dari Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah.
Kepala DLH Kotabaru, Hj Melinda Ratna Agustina, mengatakan kegiatan siang itu fokus pada edukasi pilah sampah dan aksi nyata penukaran sampah dengan sembako.
“Pada siang hari ini adalah kegiatan BAPILAH yang kita lanjutkan dengan kegiatan penukaran sembako menggunakan sampah atau menukarkan sampah, dapat sembako yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Kotabaru. Ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76,” katanya.
Melinda menjelaskan, kriteria sampah yang diterima tidak terbatas pada botol plastik saja. Semua jenis limbah plastik boleh ditukar, asalkan bersih.
“Untuk sampah ada kriteria yaitu sampah plastik namun boleh saja bercampur, misalkan dari botol ataupun dari bekas-bekas kemasan. Namun kriterianya tentu harus bersih agar ini mengajarkan kepada masyarakat untuk memilah dan membersihkan sampah sebelum misalkan dibuang ke TPS 3R,” jelasnya.
Sampah yang terkumpul selanjutnya akan diproses menjadi RDF, bahan bakar pengganti batu bara low-calorie.
Pemkab Kotabaru sudah menandatangani MoU dengan perusahaan ITP Tarjun untuk hal ini.
“Sampah yang sudah terkumpul akan dibawa Dinas Lingkungan Hidup ke TPS 3R atau TPS Megasari dan kemudian nanti akan kami press menggunakan alat press menjadi namanya RDF. RDF itu adalah bahan bakar pengganti batu bara low-calorie. Pemda Kotabaru sudah MoU dengan ITP Tarjun dan RDF tadi dihargai 1 ton harganya Rp350.000. Nanti uang penjualan masuk ke PAD Kabupaten Kotabaru,” ungkapnya.
Melinda berharap masyarakat semakin semangat memilah sampah karena sampah yang bersih dan terpilah ternyata punya nilai ekonomi.
“Harapan saya masyarakat Kotabaru semakin bersemangat di dalam memilah sampah karena dari kegiatan hari ini masyarakat harusnya menyadari bahwa apabila sampah itu terpilah dan bersih, maka sampah itu akan menjadi uang atau menjadi barang yang berharga,” pungkasnya. (Faizal)

