DPRD

Laba tahun berjalan 2025 Indocement Naik 12 Persen

(Foto: istimewa) 

tumbakpost
- Indocement catat laba tahun berjalan 2025 naik 12 persen menjadi Rp2,25 triliun meski pasar domestik melemah. 

Sepanjang 2025, total penjualan turun 2,7 persen menjadi 19,94 juta ton; pasar semen domestik terkoreksi 2,2 persen akibat curah pemerintah minus 8,3 persen, sementara penjualan domestik Indocement turun 4,2 persen dengan pangsa 29,1 persen. 

Pendapatan netto turun 4,4 persen ke Rp17,73 triliun, tapi beban usaha ditekan dan perseroan membukukan keuntungan divestasi Rp670 miliar dari joint venture mortar, sehingga margin usaha naik ke 15,3 persen dan EBITDA ke 24,1 persen. Kas akhir tahun Rp5,9 triliun.

Ekspansi jalan terus: feeding biomassa 40 tph di Grobogan beroperasi Agustus 2025, sewa Pabrik Maros diperpanjang, serta akuisisi dua terminal Bosowa (Siawung dan Lombok). Pemakaian bahan bakar alternatif naik ke 29 persen, emisi Scope 1 turun ke 512 Kg CO₂/ton.

Mengenai Indocement. 

Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan. 

Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang. 

Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. 

Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat, dan satu pabrik di kompleks pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan, satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah, dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan pabrik Maros setelah menandatangani perjanjian sewa pakai aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001. (Ril/Faizal) 

Subscribe to receive free email updates: