Melinda: 1 Januari Akan Diterapkan Sanksi yang Buang Sampah Sembarangan
tumbakpost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru menggelar sosialisasi program BAPILAH atau Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah di Aula Kantor Kelurahan Kotabaru Tengah, Selasa (19/5/2026).
Kepala DLH Kotabaru, Hj Melinda Ratna Agustina, mengatakan kegiatan ini digelar atas undangan Kelurahan Kotabaru Tengah untuk memberikan pemahaman soal bahaya sampah yang tidak dikelola dengan baik.
“Jadi, hari ini kami Dinas Lingkungan Hidup diundang oleh Kelurahan Kotabaru Tengah yang pertama untuk sosialisasi mengenai memilah sampah dan memberikan wawasan bagaimana bahayanya sampah yang dibuang secara tidak terkelola. Kemudian yang kedua, kami di sini menerapkan peta atau pola penyelesaian penanganan sampah khusus untuk Kotabaru Tengah,” katanya.
Melinda menegaskan, pemerintah daerah akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan mulai 1 Januari 2027.
“Saat 1 Januari 2027 ada penegasan dari pemerintah daerah kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan wilayah-wilayah yang tidak terkelola sampahnya mendapat sanksi administratif ataupun sanksi yang lebih berat lainnya,” katanya.
Ia meminta informasi ini segera tersosialisasikan ke seluruh masyarakat Kotabaru melalui berbagai cara.
“Menjelang 1 Januari 2027, hal ini semua harus tersosialisasikan ke seluruh masyarakat Kabupaten Kotabaru baik itu melalui kita datang langsung, ataupun melalui sosial media, ataupun melalui birokrasi secara terstruktur, ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT,” ujarnya.
Melinda berharap masyarakat, desa, kelurahan, kecamatan, toko ritel, organisasi, hingga sekolah proaktif menghubungi DLH untuk mendapatkan pemahaman dan pemetaan pola penanganan sampah.
“Harapan kami seluruh desa, kelurahan, kecamatan ataupun pihak-pihak seperti misalkan toko ritel, ataupun organisasi-organisasi, ataupun sekolah menghubungi Dinas Lingkungan Hidup untuk meminta bagaimana pemahaman dan juga pemetaan atau pola penyelesaian penanganan sampahnya. Karena di setiap titik itu berbeda,” pungkasnya. (Faizal)
