RUPS Indocement Setujui Dividen Rp1,54 Triliun dan Buyback Saham Rp750 Miliar
![]() |
| (Foto: istimewa) |
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. untuk tahun buku 2025 menyetujui pembagian dividen tunai Rp1,54 triliun atau Rp468 per lembar saham. RUPS digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Laba bersih tahun berjalan 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp2,25 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp1,54 triliun atau sekitar 68% akan dibagikan sebagai dividen.
Dividen dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 Juni 2026, sedangkan ex dividen pada 4 Juni 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen pada 5 Juni 2026 dan ex dividen pada 8 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan 19 Juni 2026.
RUPST juga menyetujui penunjukan kembali Roberto Callieri sebagai Komisaris Utama. Rapat menerima pengunduran diri Hasan Imer sebagai Direktur dan mengangkat Benny Setiawan Santoso untuk menggantikannya hingga sisa masa jabatan. Selain itu, Jose Maria Magrina Vadillo diangkat sebagai Wakil Direktur Utama efektif 1 September 2026.
Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya menyampaikan apresiasi kepada Hasan Imer atas dedikasi sejak 2008. Di bawah kepemimpinannya, Indocement menyelesaikan pembangunan Plant 14, meningkatkan kapasitas di Cirebon dan Citeureup, meluncurkan Semen Rajawali dan Mortar Tiga Roda, serta mengintegrasikan produk semen Bosowa dan Grobogan.
Dalam RUPS Luar Biasa, pemegang saham menyetujui penarikan kembali 84,53 juta saham hasil buyback 2021-2022 melalui pengurangan modal, sehingga modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp1,72 triliun. Rapat juga menyetujui pembelian kembali saham perseroan dengan nilai maksimal Rp750 miliar periode 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.
Mengenai Indocement
Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.
Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001. (Ril)
