DPRD

Sekolah Rakyat Kemensos Ditarget Masuk Patch 3, Siswa Kotabaru Sementara Ditampung di Banjarbaru

tumbakpost - Program Sekolah Rakyat (SR) Kemensos untuk Kalimantan Selatan saat ini baru dibangun di tiga daerah. 

Ketua Tim PKH Kabupaten Kotabaru Dinas Sosial, Muhammad Noor, mengatakan pembangunan SR hampir selesai di Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu. Untuk Kotabaru sendiri ditarget masuk pada patch 3. 

“Untuk Kalimantan Selatan saat ini yang dibangunkan sampai ini ada tiga kabupaten, Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu itu hampir selesai dah proses pembangunannya nah kemungkinan ada di patch tiganya nih yang Kotabaru masuk paling,” katanya, Senin (29/6/2026). 

Sementara itu, siswa asal Kotabaru yang lolos seleksi SR saat ini ditampung di Banjarbaru. Noor menyebut awalnya ada lebih dari 10 siswa, namun yang bertahan hanya enam orang. 

“Sementara ada kan yang dari Kotabaru masuk ada, cuman ditampung di Banjarbaru sementara ada cuman waktu itu lebih sepuluh sebenarnya, cuman yang namanya sekolah itu kayak pesantren tuh makan di situ, tidur di situ kan semua ada yang tidak tahan sisa enam, makanya kalau misalnya di Kotabaru dibangun mungkin lebih banyak peminatnya,” ungkapnya.

Noor menjelaskan, SR tidak menggunakan sistem pendaftaran umum. Penerimaan siswa berbasis data Kementerian Sosial untuk keluarga miskin ekstrem Desil 1 dan 2, serta dengan syarat anak harus sudah putus sekolah dan memiliki keinginan melanjutkan pendidikan. 

“Sistemnya bukan penerimaan atau pendaftaran, nggak ada. Kami sistem di Kementerian itu penjangkauan kami itu sudah ada siap datanya dengan teliti yang miskin ekstrim desil 1 dan 2 harus putus sekolah dulu statusnya, Desil 1 dan 2 dan memang ada keinginan untuk sekolah lagi,” jelasnya. 

Ia menambahkan, siswa putus SD bisa lanjut penyetaraan paket B sebelum masuk jenjang SMP di SR. 

Selain pendidikan gratis dengan sistem asrama, orang tua siswa SR juga mendapat dukungan ekonomi. 

“Kalau anak-anak yang masuk ke SR, mereka akan dimasuk di skala prioritas untuk orang tuanya dikasih modal usaha Rp5 juta untuk berusaha. Rumahnya ketika rumahnya itu tidak layak, karena miskin ekstrim sudah kerja sama dengan Kementerian Perumahan untuk dibangunkan rumah,” pungkasnya. 

Targetnya 10 ribu rumah dibangun pada tahap 1 dari total 15 ribu siswa SR. (Faizal) 

Subscribe to receive free email updates: