DLH Kotabaru Sosialisasi BAPILAH ke SMPN 1, Penerapan Perpres Dimulai Januari 2027
tumbakpost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru menggelar program sosialisasi BAPILAH, yakni Biasakan Pilah Sampah, untuk seluruh siswa SMPN 1 Kotabaru, Selasa (04/08/2026).
Kepala DLH Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, mengatakan sosialisasi ini dilakukan menyusul terbitnya Peraturan Presiden tentang wajib memilah sampah yang berlaku nasional per 1 Agustus 2026.
Menurutnya, penerapan di Kotabaru memerlukan waktu lebih panjang karena kondisi wilayah yang khas.
"Untuk Kabupaten Kota Baru ini memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain yang ada di seluruh Indonesia. Kenapa unik? Dari sepertiga kalsel 9.500 km persegi luas wilayah Kota Baru dengan jumlah penduduk 350.000 jiwa dan timbulan sampah 130 ton per hari, kemudian karakteristik geografisnya seperti Indonesia ini terpecah-pecah, perlu pakai kapal perintis, kemudian perlu pakai speedboat menuju ke kecamatan-kecamatan, sehingga kami memerlukan waktu untuk sosialisasi kepada seluruh masyarakat Kota Baru. Agar pada saat nanti penerapan, kami kan di surat edaran bupati itu yang nomor 645 itu, kami melakukan penerapan itu di 1 Januari 2027, tidak seperti seluruh kabupaten-kota lain yang ada di Indonesia yaitu 1 Agustus 2026," katanya.
Melinda juga menyoroti kondisi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Sungut. Dengan metode kontrol landfill saat ini, kapasitas TPA diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 1 tahun lagi.
"Dengan adanya kontrol landfill yang mungkin kalau saya hitung nih, jaraknya mungkin 1 tahun lagi lah sudah tidak bisa lagi meskipun itu pakai metode apapun, TPA kita ini sudah tidak bisa lagi menahan tonase ya, sudah tidak bisa lagi menahan berapa ton yang masuk itu Ya mungkin sisa 1 tahun, jadi kemungkinan tindakan yang pemerintah daerah lakukan ke depan adalah melakukan, di Januari nanti melakukan sebuah edaran baru mengenai sanksi. Nah mungkin itu yang bisa kita lakukan," tambahnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Kotabaru untuk bekerja sama dalam penanganan sampah. Masalah sampah, sebutnya, sudah menjadi darurat nasional dan berdampak pada perubahan iklim.
"Namun saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat kota baru, mari bekerjasama di dalam penanganan sampah. Bukan hanya kota baru kok, semua seluruh Indonesia ini sudah terjadi darurat sampah, makanya hari ini selalu oleh BMKG ini digembor-gemborkan mengenai Godzilla El Nino, itu karena salah satunya dari emisi gas rumah kaca diakibatkan oleh TPA-TPA kita yang mengeluarkan gas metana. Jadi mari kita sama-sama peduli terhadap lingkungan, sama-sama kita peduli dan kerjasama dengan dinas lingkungan hidup bagaimana ini mencari formula yang tepat," imbaunya.
Untuk memulai, Melinda mengajak warga membiasakan memilah sampah dari rumah.
"Jadi, apabila ada yang sudah ingin bercita-cita atau berniat peduli terhadap sampah, silahkan mulai saja dulu. Mulai saja dulu dengan memilah sampah di dapur Jadi cari ember yang untuk organik, ember-ember bekas ataupun plastik untuk mengompos sampah organik, kemudian yang non-organik, taruh saja di TPS-TPS yang nanti ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup," pungkasnya. (Faizal)
