DPRD

Edi: Kekeringan, Tanam Padi di Kotabaru Agustus 2026 Hanya 62 Hektare

tumbakpost – Kondisi kekeringan berdampak pada pertanaman padi di Kabupaten Kotabaru. Luas tanam pada Agustus 2026 hanya 62 hektare, turun jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 300 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kotabaru, Edi Rahmadi, mengatakan penurunan terjadi karena ketersediaan air bersih sangat menipis.

"Ini kan kita kondisinya air sudah sangat rawan. Pertanaman-pertanaman kita itu pun sudah banyak yang tertanam. Hasilnya memang masih bagus yang kita tanam di bulan-bulan sebelum itu, tapi agak berkurang. Produksinya kemungkinan akan menurun karena kondisinya air yang semakin habis," katanya, Selasa (2/9/2026).

Edi menjelaskan, Kotabaru hanya mengandalkan tadah hujan dan tidak memiliki sistem irigasi bendungan seperti di Banjar atau Tapin.  

"Kita di Kotabaru ini kan daerahnya cuma tadah hujan. Kita tidak punya irigasi. Sumber air kita cuma di tadah hujan. Kalau di daerah lain kan ada air sungai yang panjang bisa dibendung untuk mengaliri sawah. Kita di sini tidak ada," sebutnya.

Wilayah yang masih bisa tanam terbatas pada daerah pegunungan seperti di Teluk Masjid.  

"Mungkin yang bisa tertampung itu pegunungan yang bagus di Teluk Masjid itu lah, karena gunungnya di belakang itu bagus," tambahnya.

Untuk Agustus 2026, pertanaman 62 hektare itu tersebar di Pulau Laut Timur sekitar 40 hektare, di sekitar Teluk Mesjid, dan Kelumpang Selatan sekitar 20 hektare.  

"Jadi, yang untuk bulan-bulan ini, kita sangat sedikit pertanaman, karena kondisi airnya sangat terbatas," pungkas Edi. (Faizal) 

Subscribe to receive free email updates: