Tahun 2026, Program Utama DP3AP2KB Kotabaru Terkait Pencegahan Stunting
tumbakpost - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Sri Sulistyani, mengatakan program DP3AP2KB ini ada dua, perlindungan dan pemberdayaan.
"Kalau perlindungannya kan terkait yang biasanya kasus-kasus KDRT, yang segala macam yang terkait. Kalau pemberdayaannya itu, itu terkait kayak apa perempuan itu bisa berkiprah bukan hanya sebagai objek gitu kan, tapi bisa dia berkiprah sebagai subjek untuk melakukan pembangunan. Dari bidang ekonomi, politik, sosial," jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Sri juga menjelaskan bahwa program utama untuk tahun 2026 ini adalah terkait dengan stunting.
"Terutama saat ini kan terkait dengan stunting, program-program yang secara nasional, jadi dinas kami ini ambil bagian juga terkait dengan program stunting. Yang masih prioritas programnya nasional, tapi dalam hal kami ini lebih ke arah pencegahannya," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa DP3AP2KB juga berperan untuk menyiapkan remaja putri sehat agar melahirkan anak-anak yang tidak stunting.
"Kami di situ juga berperan gitu. Bagaimana menyiapkan remaja putri itu yang sehat, yang bakal menjadi seorang ibu dan melahirkan anak-anak supaya jangan stunting," katanya.
Sri menegaskan bahwa ada program genre (generasi berencana) bagi para remaja. Sri mengungkapkan bahwa pergaulan bebas dan media sosial sangat mempengaruhi pernikahan dini.
"Jadi bukan hanya masalah stunting aja supaya jangan menikah dini, supaya jangan berperilaku yang istilahnya yang negatif lah, Sekarang kan orang pergaulan bebas kan ini kan, apalagi kan ini medsos," ungkapnya.
Ia berharap kepada anak-anak zaman sekarang untuk ke depannya agar bisa menghargai diri sendiri dengan modal ilmu dan pintar-pintar cari teman.
"Kalau harapannya sih, kalau yang selama ini lah kita jalankan, harapannya memang anak-anak ini memang dia, dia apa namanya, dari awal itu nah, dia harus dengan dirinya menghargai diri sendiri gitu. Dengan modal-modal yang memang harus dia, istilahnya tuh dengan ilmu, dengan pendidikan gitu kan. Kemudian perhatikan pergaulannya dengan kondisi zaman yang sekarang. Harus bisa memilih teman," pungkasnya. (Faizal)
