Faizal: Stok Beras Bulog Kotabaru 1.500 Ton, Tambahan 1.500 Ton Lagi Akan Datang Bulan Ini
tumbakpost– Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Kotabaru, Moch. Faizal memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya masih aman untuk menghadapi musim kemarau.
Saat ini Bulog Kotabaru yang wilayah operasionalnya meliputi Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu memiliki stok sekitar 1.500 ton.
" Jadi, untuk saat ini Bulog Kotabaru yang wilayah operasionalnya Kabupaten Tanah bumbu dan Kotabaru Ini kami punya stok dalam kisaran sekitar 1.500 ton stok untuk beras ya, Jadi karena posisi saat ini kemarau dan musim panen kan di bulan September kemungkinan kami ada mendatangkan beras dari daerah Banjarmasin Itu nanti mungkin datang sekitar 1.500 ton lagi, Jadi, insya Allah dalam bulan ini datang Jadi stok beras kami rasa cukup," katanya, Selasa (11/08/2026).
Faizal juga menyampaikan Bulog mendapat penugasan dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional atau Bapanas untuk menyalurkan bantuan pangan semester II di Kotabaru dan Tanah Bumbu.
"Kemudian kami ada program dari pemerintah Pemerintah menugaskan Bapanas ke Bulog untuk melaksanakan bantuan pangan semester II Di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu ini ada sekitar 30 Kg untuk satu PBP, Jadi, itu nanti berasnya akan dibagikan di bulan Juli sampai September," katanya.
Ia menjelaskan data penerima bantuan pangan bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
"Kalau penerima bantuan pangan ini Bulog mendapatkan daftar nama penerima BNBA (by name by adress) dari Bapanas, Jadi, datanya berasal dari DTSEN, DTSEN Penerimaan Sosial, DTSEN 1 sampai 4," jelasnya.
Untuk menjangkau masyarakat, Bulog Kotabaru juga menggandeng mitra usaha dan dinas terkait dalam penjualan.
"Kami bekerja sama dengan bisnis penjualan seperti RPK dan toko pangan, serta dengan dinas terkait, Diskoperindag, dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian (DKPP) yang mengadakan pasar murah. Jadi, kami menyesuaikan jadwal dan lokasi untuk menjangkau konsumen akhir. Saat ini, beras yang kami jual masih beras medium dengan SPHP untuk beras premium, kami memiliki merek B-Food juga merek punokawan," ujarnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait kualitas beras SPHP yang kadang berbeda, Faizal menjelaskan dalam pengadaan tidak ada syarat terkait rasa.
"Dalam pengadaan beras medium syaratnya adalah Kadar Air maksimal 14%, derajat sosoh minimal 95%, broken maksimal 25% dan menir maksimal 2%. Perum BULOG membeli beras di harga Rp. 12.000/kg dan membeli gabah di harga Rp.6.500/kg. Untuk varietas gabah dan beras tidak ada kriteria tertentu. Sehingga ada yang teksturnya nasinya pulen ada yang tekstur nasinya pera," jelasnya.
Faizal berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan pangan tersebut.
"Terutama di musim kemarau semester II ini, pemerintah memberikan bantuan pangan kepada masyarakat penerima bantuan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban belanja. Bagi masyarakat yang tidak menerima bantuan pangan, bisa membeli beras Bulog di mitra penjualan Bulog, pasar murah, atau kantor Bulog. Kami juga menyediakan penjualan beras," pungkasnya. (Faizal)
